Minggu, 11 April 2021

Pengertian, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik

 


Jika membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan tentu tidak jauh dari pandangan fisik, seperti tinggi pendeknya siswa, berat badan, warna kulit, gaya rambut, hingga perbedaan yang tidak kasat mata seperti kecerdasan dan tingkat kematangan mentalnya. 

PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN FAKTOR-FAKTOR Yang MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN

Pengertian Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat dalam perjalanan waktu tertentu. 

Seperti contoh lingkar kepala, dada, pinggul, lengan, dan sebagainya. 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan

1. Faktor sebelum kelahiran

Pertumbuhan akan mengalami gangguan apabila ibu pada masa hamil kekurangan nutrisi atau janin terkena virus, janin mengalami keracunan selama dalam kandungan, terkena infeksi bakteri siplis, TBC, dll. 

2. Faktor saat dilahirkan

Proses kelahiran bayi juga bisa mempengaruhi pertumbuhan individu. Misalnya, pada saat dilahirkan bayi mengalami intracarnial hemorage atau pendarahan pada bagian kepala yang di sebabkan oleh tekanan dinding rahim ibu sewaktu lahir. 

3. Faktor sesudah kelahiran

Termasuk di dalam golongan ini adalah pengalaman traumatis pada kepala bayi, kepala bagian terluka karena terpukul/terbentur, mengalami serangan sinar matahari ( zonestiek), infeksi pada otak atau selaput otak, dll. 

4. Faktor Psikologis

Trauma psikologis juga dapat mempengaruhi pertumbuhan individu. Misalnya, bayi yang di tinggalkan oleh ibu, ayah atau kedua orang tuanya atau anak-anak yang di titipkan pada suatu lembaga ( rahasia sakit, panti asuhan, dll). Ank tersebut akan mengalami kehampaan psikis (innanitie psikis), kurang mendapat stimulus emotional yang juga akan mempengaruhi pertumbuhan pada semua fungsi jasmaniah. 

PENGERTIAN PERKEMBANGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN 

Pengertian Perkembangan

Perkembangan adalah suatu perubahan, perubahan ke arah yang lebih baik, lebih dewasa. Dengan kata lain secara tehnis perkembangan adalah suatu proses dari yang sederhana menjadi perkembangan yang kompleks. Perkembangan merupakan hasil dari proses fisik, ( physical process) yang meliputi perubahan individu yang bersifat biologis. Kematangan (maturation). 

Perkembangan juga merupakan hasil dari proses kognitif ( cognitive process), meliputi perubahan yang terjadi dalam pikiran, kecerdasan, dan bahasa individu. Misalnya, bayi mengamati benda warna warni yang terayun di atas box nya. Selain proses biologis dan proses kognitif perkembangan juga merupakan hasil dari proses sosial-emosional (sociemotional process) yang meliputi perubahan-perubahan dalam hubungan individu dengan orang lain, perubahan pada kepribadian. 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan

Banyak berbagai pendapat ahli mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan. Dari berbagai pendapat tersebut dapat dikelompokkan ke dalam 3 aliran, yaitu :

1. Nativisme

Aliran nativisme berpendapat bahwa perkembangan manusia dipengaruhi atau ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir (natus=lahir), jadi perkembangan semata-mata tergantung pada sifat manusia yang bersifat bawaan. 

2. Empirisme

Aliran empirisme berpendapat bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, sedangkan dasar tidak memainkan peranan sama sekali. 

3. Konvergensi atau Interaksionisme 

Aliran ini berpendapat bahwa dalam perkembangan individu baik dasar atau pembawaan maupun lingkungan skemungama-sama memaikan peranan yang penting. 

PERKEMBANGAN BERLANGSUNG DALAM TAHAPAN-TAHAPAN PERKEMBANGAN 

Manusia berkembang melalui tahapan-tahapan perkembangan. Pada setiap masa perkembangan terdapat ciri-ciri perkembangan yang berbeda-beda sesuai tahapan umur. Tahapan-tahapan tersebut secara umum dapat di bagi sebagai berikut;

a. Masa bayi (antara 0-1 tahun) 

b. Masa anak pra sekolah (antara 1-5 tahun) 

c. Masa sekolah ( antara 6-12 tahun) 

d. Masa remaja (antara 13-21 tahun) 

e. Masa dewasa ( antara 21-65 tahun) 

f. Masa tua ( 65 tahun ke atas).

DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, Elizabeth. ...... Perkembangan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan Jakarta: Erlangga. 

King A, Laura. 2010. Psikologi Umum. Terjemahan. Jakarta: Salemba Humanika. 

Nursalim, Muh. dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press. 

Pengertian dan definisi dari ilmu psikologi pendidikan dalam suatu pendidikan

 Sebagai sebuah ilmu, psikologi bisa di katakan berkembang lebih akhir di bandingkan dengan ilmu-ilmu lain seperti sains, kedokteran atau biologi. Namun, dalam sejarahnya psikologi berkaitan dengan semua upaya manusia untuk memahami manusia itu sendiri. Sederhananya, psikologi merupakan ilmu saling mengenal watak, cara berfikir dan cara pandang manusia dengan manusia lain sebagai suatu jalinan hubungan antar sosial seperti pada pendidikan. Diperlukannya ilmu psikologi pendidikan sebagai proses mengajar dengan baik dan menemukan solusi terbaik dari pelbagai macam masalah yang dihadapi pendidik saat berada di suatu pendidikan.

PENGERTIAN DARI ILMU PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Kata psikologi pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari kompleksitas manusia, sedangkan kata pendidikan adalah produk yang di kembangkan manusia untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang berkaitan dengan sumber daya manusia itu sendiri.

DEFINISI

Menurut Santrock (2010:2) menjelaskan Psikologi Pendidikan sebagai berikut; "Educational psychology is the branch of psychology that specializes on understanding teaching and learning in educational setting". Yang artinya "Psikologi Pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang berupaya memahami proses pengajaran dan pembelajaran dalam konteks pendidikan.

Dalam ilmu psikologi pendidikan banyak membahas berbagai macam teori pembelajaran serta dari sudut perkembangan peserta didik untuk memudahkan pendidik menyukseskan peserta didik dalam pendidikannya. Adapun jika di rumuskan berdasarkan aspeknya yang di kaji, maka psikologi pendidikan meliputi hal-hal berikut;

1. Proses pembelajaran ( termasuk metode mengajar, gaya mengajar, dan teknik manajemen pembelajaran).

2. Pelajar (orang yang belajar) dan proses belajar (termasuk penempatan kaidah-kaidah psikologi tentang berfikir dan psikologi perkembangan yang memperlihatkan prinsip, perbedaan individual dan gaya belajar).

3. Lingkungan ( termasuk kaitan sosial tentang lingkungan sekolah dan keluarga).

TUJUAN

Menurut Santrock (2004), tujuan dan manfaat psikologi pendidikan adalah agar kita dapat menjadi guru ataupun calon guru yang lebih baik.

Mempelajari psikologi pendidikan tidak serta-merta menjadikan kita guru ataupun calon guru yang lebih baik. Akan tetapi, mempelajari psikologi pendidikan akan memberikan alat yang efektif ke tangan guru, karena ilmu ini memberikan informasi mengenai pemahaman karakteristik peserta didik atau siswa, pemahaman karakteristik proses belajar juga pembelajarannya dan pemahaman lingkungan sekitar siswa untuk di manfaatkan dalam peningkatan proses dan hasil belajar. Mengapa perlu guru atau calon guru memahami ilmu psikologis pendidikan? Karena sangat penting guru dapat memahami masalah akademik dan profesional seperti, mengerti motif siswa, kepribadian, kemampuan, gaya berfikir dalam belajar serta tingkah laku sosial siswa. Guru di katakan berhasil apabila siswa mampu memahami, menjelaskan dan menerapkannya dengan baik apa yang telah guru ajarkan. Oleh sebab itulah maka, pendidik sangatlah perlu untuk mengenal ilmu psikologi pendidikan dan mampu memberikan kontribusi terhadap anak didik sehingga motivasi belajar mereka bertambah dengan seiring berjalannya waktu.

MANFAAT MEMPELAJARI ILMU PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Manfaat mempelajari psikologi pendidikan secara khusus bagi pendidik yaitu;

1. Peka terhadap perilaku dan kebutuhan manusia untuk belajar.

2. Mengembangkan diri sendiri untuk menjadi manusia pembelajaran dan dapat membagi ilmunya sendiri pada orang lain secara profesional.

3. Mengetahui teknik-teknik yang tepat untuk memaksimalkan potensi belajar anak didik.

4. Mampu menganalisa kekurangan dan kelebihan dalam metode belajar mengajar baik terhadap diri sendiri maupun orang lain serta berupaya untuk terus memperbaikinya.

Sedangkan manfaat mempelajari psikologi pendidikan bagi siswa didik yaitu;

1. Memahami perilaku dan proses mental dalam proses belajarnya sendiri

2. Meningkatkan motivasi dan nilai belajar

3. Mengembangkan diri menjadi manusia pembelajar

4. Mengenali kelebihan dan kelemahannya dalam belajar.

  DAFTAR PUSTAKA

Santrock, J.W. (2004). Educational Psychology. Terjemahan. McGraw- Hill: New York

Santrock, J.W. (2010). Educational Psychology, 5t Edition. Terjemahan. McGraw-Hill: New York


Pengertian, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik

  Jika membahas tentang pertumbuhan dan perkembangan tentu tidak jauh dari pandangan fisik, seperti tinggi pendeknya siswa, berat badan, war...